Catatan Ringan Tentang Pendidikan Indonesia

Pendidikan di Indonesia saat ini masih terjebak dalam dua kungkungan besar yang menyebabkan hilangnya esensi pendidikan. Pertama, kungkungan paradigma konservatif yang mempertahankan nilai-nilai atau metode masa lalu. Nilai-nilai dan metode yang menjadi tradisi dan kehilangan makna sehingga tidak mampu menjawab tantangan masa depan. Paradigma ini membuat sistem yang sudah mapan dengan segala perangkatnya sulit untuk diperbaharui secara radikal, yang terjadi malah bongkar pasang pragmatis yang makin meningkatkan kompleksitas permasalahan. Dan kedua, kungkungan paradigma kapitalisme yang memandang pendidikan hanya sebagai pencetak tenaga kerja. Paradigma inilah yang telah menghilangkan esensi pendidikan dari pembangunan kualitas manusia seutuhnya menjadi sekedar pemenuhan standar pasar dengan sertifikasi ijazah.

Dalam UU Sisdiknas Bab II, pasal 3 dikemukakan bahwa visi pendidikan indonesia adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pada kenyataannya, visi ini tidak pernah dirasakan sebagai sebuah acuan ketika orientasi para siswa dan guru di sekolah hanyalah tentang bagaimana lulus ujian nasional. Kondisi ini disebabkan paradigma kapitalisme yang menjadi cara pandang utama dalam pendidikan kita saat ini. Pendidikan hanya dipandang sebagai suatu proses pertambahan nilai bagi peserta didik untuk bisa “dijual” di pasar tenaga kerja dengan sertifikasi ijazah.

Selama ini terjadi, maka pendidikan hanya menciptakan robot yang tak mampu memaknai hidupnya. Pendidikan tidak menjadikan manusia memahami harkatnya, apalagi memaknai hidupnya sebagai proses mencapai hakikat kemanusiaan. Proses ini oleh para ahli pendidikan popular / kerakyatan disebut dehumanisasi manusia oleh sistem. Dan selama manusia tidak pernah memahami kemanusiaannya, maka selama itu pula marginalisasi dan penjajahan oleh sebagian manusia terhadap sebagian lainnya akan terjadi. Oleh karena itu, pendidikan tidak boleh kehilangan tujuannya, apalagi kehilangan makna dan menjadi alat pasar semata.

Kondisi di atas memberi dampak besar pada proses pendidikan yang terjadi. Dari sisi subjek pendidikan, dalam hal ini didefinisikan peserta didik karena merekalah yang melakukan proses pembelajaran, kesadaran untuk belajar tidak lagi menjadi motivasi utama sebagian besar peserta didik di sekolah. Proses pendidikan menjadi proses tanpa makna yang berganti menjadi proses kompetisi untuk meraih ijazah atau gelar. Sebagian besar peserta didik kehilangan kesempatan untuk menggali impian atau cita-cita yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Pendidikan menjadi pencetak tenaga kerja yang memenuhi kebutuhan pasar, bukan membangun manusia yang mampu menentukan impian dan mewujudkannya. Padahal pada kemerdekaan berpikir inilah, manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya.

Pendidikan saat ini juga melupakan objek utamanya, yaitu permasalahan yang ada di masyarakat. Terbukti dari proses pendidikan yang jauh dari realitas dan tidak mampu menjawab permasalahan yang ada di masyarakat. Pendidikan tidak lagi membangun peradaban, tapi sekedar mencetak penggerak-penggerak sistem yang saat ini ada, Di samping itu, permasalahan yang tak kalah pentingnya adalah tidak semua manusia di Indonesia mampu hidup dengan kualitas yang cukup dan adil akibat tidak meratanya proses pendidikan saat ini. Padahal hak pendidikan bagi semua warga negara adalah amanat konstitusi Indonesia.

Dengan kondisi seperti ini, Indonesia membutuhkan bukan sekedar reformasi pendidikan, tapi revolusi radikal yang mengembalikan esensi pendidikan dan mampu memenuhi hak pendidikan setiap warga negara Indonesia. Setuju?[]

Oleh edun

Tambah Komentar

Alamat email anda tidak akan pernah disebarkan. Isian yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

*
*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>