HDI: Potret Buram Manusia Indonesia

Pernah denger suatu negara yang namanya Kerajaan Tonga? Sebagian besar dari kita pasti enggak pernah dengar nama ini. Tapi kita semua pasti bakal kaget bareng-bareng kalau tahu negara yang letaknya di samudera Pasifik ini lebih maju dibanding negara kita, Indonesia.

Tonga yang jauh lebih kecil dan pastinya lebih sedikit juga kekayaan alamnya, termasuk jajaran negara yang kualitas manusia-manusianya jauh di atas kita manusia Indonesia. Di benak kita pasti langsung timbul pertanyaan, “Ah masa sih? Kata siapa? Emang ada rapotnya?”. Iya sih, kita enggak pernah ikut ujian bareng anak-anak Tonga. Tapi ada loh rapotnya, namanya Human Development Report (HDR). Rapot yang namanya HDR ini isinya nilai kualitas manusia di suatu negara: tinggi, sedang, atau rendah. Nama keren penilaian ini: Human Development Index atau biasa disingkat HDI. Nilai HDI ini yang nentuin suatu negara disebut maju, berkembang, atau terbelakang. PBB dengan UNDP-nya tiap tahun melaporkan rangking HDI negara-negara di dunia.

Nah HDI Indonesia kalah jauh dibanding Tonga. Rangking Indonesia tahun 2007-2008 ini dilihat dari HDI ini adalah tetorettoret….. ke 107 dari 177. But you know what? Tonga nongkrong di posisi 55 dengan kategori HDI tinggi dan termasuk negara maju. Atau jangan jauh-jauh deh, di Asia Tenggara saja kita udah kalah dari Vietnam (105), Filipina (90), Thailand (78). Jangan tanya Malaysia dan Singapura, mereka udah masuk jajaran negara dengan HDI tinggi. Malaysia rangking 68, Singapur lebih hebat, rangking 25! Jadi wajar saja kalau ada negara-negara yang menganggap kita sebelah mata. Indonesia dan kualitas manusianya memang masih jauh tertinggal.
1. Iceland
2. Norway
3. Australia

23. Israel
24. Greece
25. Singapore

50. Saint Kitts and Nevis
51. Tonga
52. Libyan Arab Jamahiriya

104. Algeria
105. Viet Nam
106. Occupied Palestinian Territories
107. Indonesia
108. Syrian Arab Republic
109. Turkmenistan

sumber: HDR UNDP

Oke, kita tinggalin deh Malaysia, Singapura, juga Kerajaan Tonga. Kita enggak usah bahas tentang mereka. Mungkin Indonesia memang belum siap untuk dibandingin dengan negara-negara itu. Kita lihat aja deh kenyataan di negara kita. Kalau kita tanya kenapa, kenapa ya kualitas pengembangan manusia di Indonesia bisa dinilai jelek? Do you have any clue? Pendidikan? Hmm. Iya sih, kalau kita ingin membangun manusia yang panjang umur dan sehat, terdidik, serta berstandar hidup layak, pendidikan memang jadi pintu gerbang yang tepat. Dengan pendidikan, manusia bisa mengerti bagaimana hidup sehat. Dengan pendidikan, manusia bisa mempelajari banyak hal untuk kehidupannya. Dengan pendidikan, manusia bisa mempunyai bekal untuk menjadikan hidupnya lebih baik, termasuk untuk mensejahterakan dirinya. Tapi, kondisi banyak manusia Indonesia masih jauh dari ideal.

    • The Jakarta Post.com, 12 Juni 2008, Kupang Dua puluh satu anak-anak dibawah umur lima tahun meninggal karena gizi buruk di Nusa Tenggara Timur selama 6 bulan terakhir, lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya, menurut pusat kesehatan lokal.

    • Menurut data resmi yang dihimpun dari 33 Kantor Komnas Perlindungan Anak (PA) di 33 provinsi, jumlah anak putus sekolah pada tahun 2007 sudah mencapai 11,7 juta jiwa.


    • Jumlah rakyat miskin Indonesia versi BPS dengan standar hidup kurang dari 1 dolar per hari mencapai 37,17 juta orang atau sekitar 16,58 % (BPS, Maret 2007), versi World Bank dengan standar hidup kurang dari 2 dolar per hari mencapai 49%, sekitar 108,7 juta jiwa (World Bank, Oktober 2006)

So, ada apa dengan cinta? Eh, ada apa dengan pendidikan kita? Apa yang salah sampai kualitas manusia Indonesia dinilai “biasa” aja? Padahal manusia-manusia besar pernah lahir dan tumbuh di negeri ini. Soekarno, Hatta, Natsir, Soedirman, dan banyak lagi.

Apa gara2 itu kita kalah sama Tonga? Apa dengan memperbaiki itu semua Indonesia otomatis jadi baik? Apa dengan nyekolahin semua orang di Indonesia masalah selesai? Hmmm…

Oleh edun

Tambah Komentar

Alamat email anda tidak akan pernah disebarkan. Isian yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

*
*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>