“Ra, kamu mau nerusin kuliah kan, jurusan apa?”, Loka menyapa di suatu jam istirahat.
“Hmm, kayanya Teknik Industri menarik deh”, Lira menerawang.
“Emang Teknik Industri belajar apa gitu?”, Loka bertanya lebih jauh.
“Hmm, pokoknya teknik yang belajar manajemen gitu deh Ka, katanya..” kata Lira sekenanya.
Pilih jurusan tuh kayak milih jalan hidup. Bisa jadi jurusan yang kita pilih menentukan masa depan kita kedepannya. Betah atau nggak-nya kita nanti jalanin kuliah akan ditentukan sama kesuksesan proses pemilihan jurusan. Makanya mesti bener-bener dipertimbangkan dengan baik nih, dan pastinya, harus disesuaikan sama passion alias minat kamu. Jangan mau percaya gitu aja dong sama cerita yang ‘katanya-katanya’. Buktikan sendiri dengan usahamu. Yuk atuh, mari kita bantu kamu untuk mencari tahu lebih dalam tentang Teknik Industri.
Apa yang dikatakan Lira tidak sepenuhnya benar lho. Teknik Industri berangkat dari ilmu Teknik. Jadi basisnya tetap pada bidang rekayasa. Apa sih rekayasa itu? Rekayasa memang sering diasosiasikan dengan ilmu Teknik. Di sini, para mahasiswa belajar bagaimana merekayasa suatu ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia. Senjata utama yang digunakan dalam kancah perteknikan biasanya adalah ilmu matematika. Nah, si matematika ini ditambah dengan pengetahuan dan pengalaman lain, akan menghasilkan desain sebuah objek atau proses yang mampu membantu manusia dalam memudahkan hidupnya. Keren, kan?
Kalau dilihat dari namanya sih ketahuan lah ya, kalau Teknik Industri adalah salah satu cabang dari ilmu Teknik. Lebih spesifik, jurusan ini fokus kepada pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem terintegrasi. Apa lagi tuh sistem terintegrasi? Itu adalah sebuah sistem yang terdiri dari manusia (Man), mesin (Machine), bahan baku (Material), modal (Money), dan metode (Method). Itu sebabnya sistem terintegrasi seringkali dibarengi dengan embel-embel 5M.
Contoh dong, kita akan belajar kaya apa?
Salah satu keunggulan lulusan TI dibandingkan lulusan lainnya adalah memiliki kemampuan mendesain sistem. Contohnya, bisa mengevaluasi desain kursi kereta api Parahyangan. Kursi tersebut diukur tingkat kenyamanannya saat digunakan, disesuaikan dengan fisiologis si pengguna, lalu diperbaiki desainnya sehingga lebih nyaman digunakan. Ilmu yang seperti ini dipelajari di TI, judulnya Ergonomi.
Keterampilan lainnya adalah memperbaiki kinerja sistem agar berjalan optimal. Masih ingat pelajaran programa linear? Programa linear adalah salah satu contoh bagaimana memodelkan sebuah permasalahan (sistem kajian) dan mencari solusi optimal. Intinya sih, TI berusaha menemukan jalan yang lebih baik (better way) untuk mencapai tujuan, pastinya dengan tetap memperhitungkan hambatan-hambatan (constraint) yang ada. Dengan jalan ini, seorang TI bisa menciptakan sistem antrian yang nyaman, desain layout ruang kerja yang kondusif, menentukan rute tercepat sebuah perjalanan, merancang jadwal dengan optimal, dan masih banyak lagi. Hal inilah yang menyebabkan TI sering diasosiasikan dengan ilmu Manajemen, karena TI berurusan dengan pengaturan sistem.
Terus ‘Industri’-nya di mana?
Karena segala sesuatu sistem yang kita pelajari tadi berkenaan dengan industri, makanya namanya Teknik Industri. Kejaran spesifiknya, seorang sarjana TI yang sukses saat diberikan sebuah produk, dia mampu merancang pabrik pemroduksi produk tersebut. Mulai dari mengukur-ukur spesifikasi, memilih bahan yang oke, menetapkan jumlah mesin yang nggak mubazir alias sia-sia, menentukan jumlah pegawai, jadwal produksi, tata letak kantor dan pabrik, sampai urusan pemasaran hingga ke tangan konsumen. Komplit!
Ah, saya nggak punya cita-cita bikin pabrik..
Karir yang biasanya terbuka buat sarjana TI antara lain: Production Engineers, Supply Chain Managers, Operation Analysts, Quality Engineers, Consultant, dan Information System Analysts.
Kalau memang kamu nggak punya minat di pabrik-pabrikan, ya nggak apa-apa. Karena dengan mengantongi gelar Sarjana TI, kamu semestinya siap nyemplung di dunia kerja apapun. Selama ada sistem 5M tadi, pasti ada sistem yang selalu butuh kamu.
There’s No The Best Way, But There’s Always The Better Way!
Perguruan Tinggi buka jurusan:
Institut Teknologi Bandung (Bandung)| Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (Surabaya)| Universitas Indonesia (Depok)| STTTelkom (Bandung) | Universitas Merdeka Malang (Malang)| Universitas Gunadarma | Universitas Islam Indonesia (Yogyakarta)